Current publications
|
Search
Air adalah sumber kehidupan. Ia akan terjaga dengan baik apabila lahan basah sebagai wadah dan sumber air juga terkelola dengan baik. Kerusakan lahan basah, akan berdampak timbulnya bencana alam, kelangkaan air bersih, dan hancurnya bumi yang kita pijak ini. Untuk itu, pengelolaan antara lahan basah, air dan bumi haruslah terpadu dan tidak bisa dipisah-pisahkan.
Read more ...
Indonesia is a tropical archipelago with coastlines measuring a total length of 95,181 km, making it the country with the fourth longest coastline in the world (EarthTrends WRI, 2003, and Rompas, RM.2009). All along the coast are the estuaries of rivers great and small that flow the whole year round thereby enabling mangroves to thrive, particularly on shores sheltered from the waves, such as lagoons, deltas, coral and sand bars. Currently, Indonesia’s mangroves cover 30,000 square kilometres, 21% of the global total mangrove area, and contain 45 (not including introduced species) of the world’s 75 species of true mangrove (Spalding et al., 2010). As a result, Indonesia is known as the country possessing the most mangroves, both in terms of area and number of species.
Read more ...
Melalui kegiatan yang aktif saat ini dilakukan, WI-IP bersama mitra-mitra terkait terus mencoba berusaha memulihkan dan mengembalikan “kekuatan” ekosistem lahan basah khususnya pesisir melalui kegiatan rehabilitasi kawasan. Secara sinergi, kegiatan rehabilitasi tersebut juga diikuti dengan pengembangan perekonomian masyarakat.
Read more ...
Upaya Pengurangan Resiko Bencana melalui kegiatan rehabilitasi pesisir dipadukan dengan peningkatan ekonomi masyarakat
Read more ...
Upaya Pengurangan Resiko Bencana, melalui kegiatan rehabilitasi di Kab. Sika
pesisir dipadukan dengan peningkatan ekonomi masyarakat
Read more ...
Upaya Pengurangan Resiko Bencana dan adaptasi terhadap Perubahan Iklim, melalui kegiatan rehabilitasi dipadukan dengan peningkatan ekonomi masyarakat (Bio-rights)
Read more ...
Berbagai informasi dan pengalaman dari para penulis tentang kabar lahan basah akan coba kami paparkan kolom demi kolom. Dari belahan timur negara kita tersaji informasi tentang mangrove dan etnis Papua. Sangat menarik untuk disimak tentang bagaimana potensi, pemanfaatan dan konservasi yang sedang dan akan dilakukan disana. Lalu, apa kabar lahan basah di bumi belahan barat negara kita, khususnya di Aceh pasca tsunami 2004 lalu? Simak informasinya pada kolom Konservasi Lahan Basah
bertajuk “Tujuh tahun pasca tsunami di Aceh”.
Read more ...
Dimulai dengan edisi kali ini, WKLB akan setia dihiasi informasi-informasi seputar Teluk Banten dan Nusa Tenggara Timur, hal ini terkait dengan salah satu kegiatan Wetlands International - IP yang difokuskan pada kedua wilayah tersebut melalui program Partner for Resilience (PfR).
Read more ...
Pada edisi ini cerita berlangsung di hutan gambut dan desa-desa di pinggiran hutan gambut. Cakra dan kawan-kawan mengajak kepada penduduk untuk menyelamtkan hutan gambut dengan cara membendung parit-parit yang ada dihutan gambut.
Read more ...
Apa jadinya kehidupan laut tanpa terumbu karang karena musnah akibat ulah sekelompok manusia yang yang serakah sehingga banyak ikan yang mati....nelayan lainpun ikut merugi. ikuti serunya jalan cerita pada komik edisi kalai ini.
Read more ...
Mangrove sebagai komponen kunci dalam pertahanan pesisir dan pengembanganakuakultur
Read more ...
Warta Konservasi Lahan Basah (WKLB) kali ini menyajikan informasi terbaru mengenai Program “Mangrove Cavital” meningkatkan ketahanan pesisir. Publikasi Januari 2012
Read more ...
Maksud dari kegiatan survey di wilayah pantai ini adalah tersusunnya hasil kajian/baseline data pantai di kabupaten Pemalang sebagai dasar untuk perencanaan pengelolaan pesisir secara berkelanjutan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
Read more ...
Kajian ini merupakan bentuk kerjasama antara Wetlands International - Indonesia Programme (WIIP) dengan berbagai pihak terkait di lapangan sebagai wujud dukungan terhadap Desa Noebesa menuju pengelolaan ekosistem yang lebih baik terkait dengan Pengurangan Resiko Bencana. Kajian ini melibatkan beberapa ahli (specialist) yang berpengalaman dalam bidang kehutanan, ekologi, GIS, reklamasi tambang, dan kerentanan, serta didukung oleh mitra lokal dan masyarakat Desa Noebesa.
Read more ...
This report describes the World Wetlands Day activities in Desa Sawah Luhur, Kec. Kasemen, Serang-Banten, Indonesia on 2nd of February 2011. World Wetlands Day 2011 comes exactly 40 years since the Convention on Wetlands was signed in 1971 in the city of Ramsar, Iran. This makes its celebration in every Ramsar member country a very special one. Indonesia, with its continued commitment to the protection and conservation of wetlands for the benefit of present and future generations, is no exception.
Read more ...